Rabu, 11 Januari 2012

Hiruk Pikuk Kemacetan dikota Jakarta


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang diberikan bapak IDI DARMA, SPd., MM dalam mata kuliah Bahasa Indonesia .
Dalam tulisan ini berisi mengenai hiruk pikuk kemacetan di Kota Jakarta. Kemacetan merupakan topik menjadi perbincangan yang tiada habisnya dan merupakan aktivitas yg sering kali menggangu dalam perjalanan yg tidak bisa dihindari. Sesuatu yang menyangkut kemacetan akan terus mendapat perhatian untuk dibicarakan. Sampai persoalan penyebab kemacetan dan masalah apa saja yg terjadi selama mengalami kemacetan di jalan selama perjalanan ke tempat tujuan seperti ke kantor atau pun acara penting lainnya.
Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tugas makalah ini. Saya juga menyadari bahwa makalah masih jauh dari sempurna, oleh karna itu kritik dan saran untuk penyempurnaannya sangat saya harapkan.
Akhirnya, semoga makalah ini dapat digunakan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin


         Bekasi, 27 Desember 2011

                  Nofica Ariyanti

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................ i
Daftar Isi ..................................................................................................... ii

Bab I Pendahuluan ...................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 3
1.3 Tujuan .............................................................................................. 4
1.4 Kerangka Teori................................................................................. 4
1.5 Sumber Data..................................................................................... 4
1.6 Metode dan Teknik.......................................................................... 4

Bab II Pembahasan ..................................................................................... 5
2.1 Hiruk Pikuk Kemacetan .................................................................. 5
2.2 Dampak Terjadi Kemacetan ............................................................ 6
2.3 Tanggapan Masyarakat .................................................................... 8

Bab III Kesimpulan ..................................................................................... 10

Daftar Pustaka ............................................................................................. 11






BAB I
PENDAHULUAN

1.1                Latar Belakang Masalah
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta
Ibu kota Jakarta sudah melekat dengan predikatnya sebagai kota kemacetan, khususnya pada pukul 06.00 - 09.00 dan 17.00 – 21.00 WIB, dimana sebagian banyak penduduk kota Jakarta mulai menjalani aktifitas. Padatnya berbagai macam kendaraan di jalan raya pada waktu ini terkadang membuat penduduk kota Jakarta stres, ironisnya hal ini merupakan masalah yang seakan - akan tidak ada habisnya atau mungkin juga masalah kemacetan ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki dan mendapatkan solusi yang terbaik dalam penyelesainnya. Berbagai program yang diberikan pemerintah pun tidak berjalan dengan mulus dan baik.
1.2                Rumusan Masalah
Penyebab utama kemacetan di Ibu kota sebenarnya dikarenakan oleh beberapa faktor berikut:
1.      Terlalu padatnya penduduk kota Jakarta.
2.      Tingginya pengguna kendaran bermobil dan bermotor.
3.      Kurangnya fasilitas keandaraan alternatif yang lebih baik.
4.      Banyak kendaraan umum seperti bis dan angkutan umum yang berhenti atau berparkir disembarang tempat.
1.3                Tujuan
Tujuan penulisan ini guna memenuhi tugas penulisan makalah dalam pelajaran Bahasa Indonesia, selain itu untuk menegetahui bagai masalah hiruk pikuk kemacetan di kota Jakarta, dan mengetahui bagaimana tangggapan masyarakat mengenai masalah tersebut.
1.4                Kerangka Teori
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta,
1.5                Sumber Data
Dalam penulisan makalah ini sumber data  yang saya gunakan adalah  mencari data lewat internet, dan juga membaca koran yang berhubungan dengan kemacatan di kota Jakarta, selain itu bertanya kepada beberapa orang yang sering berkelut dengan suasana macet setiap hari di Jakarta
1.6                Metode dan Teknik
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan makalah ini penulisan menggunakan metode deskriptif, datang ke sumber data menganalisis data tersebut apa adanya.

BAB II
PEMBAHASAN
                                                                                                                                         
2.1  Hiruk Pikuk Kemacetan
Padatnya berbagai macam kendaraan di jalan raya pada waktu ini terkadang membuat penduduk kota Jakarta stres, ironisnya hal ini merupakan masalah yang seakan - akan tidak ada habisnya atau mungkin juga masalah kemacetan ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki dan mendapatkan solusi yang terbaik dalam penyelesainnya. Berbagai program yang diberikan pemerintah pun tidak berjalan dengan mulus dan baik.
Penyebab utama kemacetan di Ibu kota sebenarnya dikarenakan oleh beberapa faktor berikut:
1.      Terlalu padatnya penduduk kota Jakarta.
2.      Tingginya pengguna kendaran bermobil dan bermotor.
3.      Kurangnya fasilitas keandaraan alternatif yang lebih baik.
4.      Banyak kendaraan umum seperti bis dan angkutan umum yang berhenti atau berparkir disembarang tempat.
5.      Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
6.      Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas
7.      Ada perbaikan jalan,

2.2  Dampak negatif kemacetan
Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:
·         Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
·         Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
·         Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
·         Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
·         Meningkatkan stress pengguna jalan,
·         Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
A.    Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:
1.      Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
2.      Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
3.      Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
4.      Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
5.      Mengembangkan inteligent transport sistem.
B.     Keberpihakan Kepada Angkutan Umum
Jalur Bus Transjakarta (Busway)
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:
1.      Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
2.      Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway,
3.      Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura
4.      Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum,
C.     Pembatasan kendaraan pribadi
Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
1.      Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
2.      Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
3.      Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.
2.3  Tanggapan Masyarakat
Dari beberapa narasumber yg saya tanyakan tentang masalah kemacetan jawaban mereka hampir semua mempunyai kesamaan tentang penyebab dan dampaknya serta harapan kedepannya.
“ Kalau macet bawaan nya kesel, gak cepet samapai, kalau diterapin jam setengah 7 anak-anak sekolah masuk kurang efektif, kasian juga anak sekolahnya yangdikorbanin buat masalah kemacetan, kenapa gak dibatasin aja kepemilikan kendaraan pribadi supaya tidak tambah banyak dan tambah rame dijalan, kalau perlu terrapin Bike Time lagi” ujar Irsyad Asrofie mahasiswa universitas swasta di Bekasi
“ Setiap hari kena macet itu udah biasa, mau tidak mau yam au gimana lagi, saya setiap hari kerja di daerah Senayan, kalau udah di Jalan Sudirman aduh macetnya bukan main angkot ngetem disana-sini, sampai keluar Jalan Asia Afrika pun selalu macet, adanya koridor busway malah makin menyempitkan ruas jalan yg makin banyak pengguna mobil. Mudah-mudahan aja isu kenaikan tarif parkir dinaikan menjadi 400% dapat mengurangi para pengguna mobil pribadi. Dari pada harus menaikan harga BBM yang nantinya dapat merugikan supir angkot, dan para konsumen BBM menengah kebawah.” Kata Mukimin karyawan swasta di Jakarta
Pemprov DKI sudah mengusulkan kenaikan tarif parkir kendaraan pribadi ke DPR sekitar 400%. Yang diajukan untuk:
a.        Golongan A seperti sedan dan sejenisnya yang semula Rp 1000 untuk jam pertama ( Perda No.1 Tahun 2006 ) menjadi Rp 4000, dan berlaku untuk jam berikutnya.
b.      Jenis bus dan sejenisnya yang semula Rp 2000 untuk jam pertama menjadi Rp 6000 dan berlaku untuk jam berikutnya
c.       Sepedah Motor dari Rp 500 menjadi Rp 2000 untuk sekali parkir.
Usulan Tarif ini berlaku untuk parkir di gedung dan lingkungan parkir, pelataran parkir, jalan umum, diusulkan Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) perpakiran DKI Jakarta , Enrico Vermy mengusulkan kenaikan tariff parkir ini pada tahun 2012. “kenaikannya bervariasi, tergantung golongannya dan berlaku disetiap jenis area parkir dimana saja,” kata Enrico ( kamis, 23 Desember 2011 pada Koran Pos Kota)








BAB III
KESIMPULAN

Jika hiruk-pikuk Kota Jakarta, kesemrawutan jalan dengan lalu lalang kendaraan serta kemacetan yang tak terelakkan itu tidak dihiraukan dan makin dibiarkan banyak waktu yang harus dikorbankan dijalan, pemborosan energi akibat bahan bakar banyak yang terbuang sia-sia, meningkatkan polusi udara dan makin banyak tindakan kriminalitas dijalan karena kemacetan.
untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi peningkatan kapasitas, beralih menggunakan angkutan umum, dan pembatasan kendaraan pribadi, menaikan tariff parkir, harus siap bangun lebih awal, dan yang paling penting harus menghafal ruas- ruas jalan ibu kota agar Anda bisa mengunakan jalur alternatif yang lain selain mengunakan jalan utama, sehingga Anda dapat mencapai tempat tujuan dengan tepat waktu


DAFTAR PUSTAKA

·         Koran Pos Kota tebitan Jum’at 23 Desember 2011 artikel: Siap-siap Tarif Parkir Mobil Pribadi Naik 400% (salah satu solusi kemacetan)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar